Aku Dan Papa Kenny

Namaku Lisa, aku berusia 19 tahun. Suatu pagi aku bangun dan mencari bi inah tidak ada di mana pun di rumah, akhirnya aku membuat telur goreng sendiri. Saat aku sedang berada di depan kompor tiba tiba papa tiri ku yang bernama Kenny, mengagetkan ku dari belakang. Aku cukup terkejut karena aku tak menyangka di rumah ada orang
"pagi pa, ga ke kantor?"
"ga papa lagi agak pusing"
Dapat sangat di pastikan saat itu hanya ada papa dan aku, karena mamaku seorang wanita karir. Aku pun melanjutkan memasak sambil bersenda gurau dengan papa
"kamu tidur pake baju begini nih?"
sejenak aku melihat diri ku yang sedang memakai baju daster tali berwarna pink dengan bahan sutra
"memang pakaian tidur aku tuh kayak gini kali"
Aku pun bagai membeku saat papa melihat aku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Aku mulai tersenyum malu, lalu mengajak papa sarapan bersama.
Setelah makan aku pergi ke kamar hendak mandi.

Tapi, tak disangka ternyata papa mengikuti ku ke kamar. Awalnya aku pikir papa ingin ngobrol, karena kesibukannya kami sudah jarang ngobrol. Jadi aku menemaninya duduk di tempat tidurku yang empuk dan ber-sprei berwarna pink. Perbincangan demi perbincangan mulai terlewati dan aku mulai merasa papa menatapku dengan tatapan yang berbeda dari pada biasanya. Iapun mulai menyentuh tanganku. Melihat gerak gerik papa yang sudah mulai genit, aku pun mulai berhasrat. Aku duduk merapat ke papa dan menatap mata papa. Kemudian, papa mulai mendekati wajahnya dan mencium bibirku. Aku menikmatinya dan mulai memainkan lidahnya. Sambil terus menciumku, papa mulai membaringkan aku ke tempat tidur. Tangannyapun mulai mencari ujung dasterku dan memasukkan tangannya ke dalam. Meraba lututku, merapa pahaku dan jemarinya punmulai menyentuh celana dalamku.

Aku mulai menegang, jantungku berdebar sangat kencang. Dapat kurasakan ada cairan yang hendak mengalir keluar dari vaginaku. Papa mengangkat tinggi daster sampai ke pinggang dan menarik celana dalamku turun sampai terlepas. Terlihat lah bulu bulu halus didekat vaginaku. Sedetik papa menatapnya diam. Detik berikutnya papa menduduki aku dan membuka dasterku. Terlihat jelas langsung buah dadaku yang saat itu tidak terbungkus sama sekali. Terlihat papa kagum dengan tubuhku. Akupun kembali baring di tempat tidur. Papa membuka pahaku lebar, dan mulai menjilati vaginaku yang sudah basah.
"enak ga, Lis?" tanya papa sambil terus menjilati vaginaku
"iya pah, enak banget..."aku mendesah ketika papa memainkan klitorisku dengan lidahnya
Tangan papa meremas dada kiri ku, tanganku menahan kedua pahaku agar tidak merapat. Papa terus menjilati vagina ku sambil sesekali memasukkan lidahnya ke vaginaku, aku pun mendesah kenikmatan.

Papa mengambil waktu sejenak untuk membuka pakaiannya, kemudian membalikkan badanku mencoba mengatur posisi 69, aku diam dan menurut. Saat itu aku sudah benar benar terhipnotis oleh kenikmatan. Aku langsung mengerti maksud papa, walau aku belum pernah melakukannya. Aku langsung menjilat penis papa yang sudah mengeras.
"Masukin ke mulut, Lis"
Papa terus menjilatku, dan akupun tak mau kalah dengan kenikmatan yang papa berikan. Akupun mengulum penis papa. Kumaju mundurkan kepalaku dan sejenak terdengar papa mendesah. Makin lama akupun makin mahir memainkan penis papa.

Setelah beberapa lama, papa membalikkan badanku dan menindih badanku. Ia mulai mengulum bibirku lagi sambil meremas dada ku dan menggesek gesekkan penisnya di vagina ku.Sesekali aku mendesah nikmat. papa sempat diam 1 detik, kemudian ia memasukkan penisnya ke vaginaku sedikit demi sedikit.
"ahhh.. ahhh.. ahhh" aku teriak kesakitan
"pa, pelen pelen aku sakit"
"ga sakit kok Lis, sabar ya, dikit dikit, nanti juga enak"
Penisnya di keluar masukkan sedikit demi sedikit sampai akhirnya masuk semua.
"lis, kamu cantik sekali"papa meremas dadaku dengan keras dan mulai menggenjotku
Aku menahan badanku, agar tidak ikutan naik turun sambil terus mendesah
"papa ini enak banget pa"
"iyah.. papa tau ini enak"
Suaranya sudah bercampur dengan desahan. suara keluar masuk penis ke vagina pun terdengar dengan jelas makin cepat papa menggenjotku makin keras teriakanku

Papa mengeluarkan penisnya dan membalikkan badanku membelakanginya. papa langsung menancapkan penisnya ke vagina ku lewat belakang. dan langsung di keluar masukkan penisnya. Akupun mulai dapan mengikuti permainan. Aku memaju mundurkan badanku berlawanan dengan gerakan papa
"oohh Lis, kamu pintar sekali" papa memujiku
"ssshhhh.... aahhhh aaahhhh.. "kurasakan dadaku menggantung dan bergoyang.
Papa meraih dadaku dan meremasnya. makin lama gerakan papa makin cepat dan akhirnya .."aaahhh .. ahhhh" papa mendesah panjang dan permainanpun usai sampai situ.Badan ku terasa lemas. Aku baring di tempat tidur berseblahan dengan papa. Papa memelukku sambil memainkan pentilku.
"Lis, kamu datang bulan terakhir kapan?"
"baru bersih 2 hari lalu, papa keluarin sperma di dalam ya?"
"iya, tp ga hamil kok kalo baru kelar"
Awalnya aku merasa aneh bisa melakukan hal itu dengan papa, tapi setelah di pikir pikir, ga aneh aneh banget.. soalnya dia papa tiriku dan dia memang sangat gagah dan pintar membuatku terangsang.
T A M A T