Aku Renggut Perawan Shanti

Pengalamanku di mulai waktu aku masih belum bekerja, sebut saja namaku Boy di sebuah kota kecil di jawa tengah dengan alam dan udara yang masih segar tanpa polusi udara dan limbah industri, waktu itu aku belum mengenal sex begitu jauh hanya sebatas cium bibir atau payudara sama pacar. Suatu malam aku nongkrong seperti biasa bareng teman kebetulan disitu ada ceweknya juga namanya Santi dia masih duduk di kelas 2 SMA dengan hidung yg cukup mancung dan bibir yg tipis serta tinggi 168 cm dan berat 50 kg menciptakan bentuk tubuh yang sangat menggoda, ketika sudah malam dia minta diantar pulang aku menyanggupi mengantarnya sampai dirumah adiknya belum pada tidur karena kebetulan ortunya lagi ada perlu dijakarta jadi dia hanya tinggal bersama kedua adiknya. sementara aku mulai merasa ada gelagat lain dalam diri santi aku di buatkan minuman Malam makin dingin setelah menonton TV akhirnya kedua adiknya tidur tinggal kami berdua di ruang tamu posisi duduknya makin merapat padaku rupanya dia ingin memberi petunjuk kalo dia menginginkan belaianku malam ini aku tak menyia-nyiakan kesempatan langsung kupeluk dia perlahan aku mulai membisikkan rayuan di telinganya " kamu cantik malam ini " dia tersenyum " Akh masa " rupanya dia mulai terangsang perlahan mukanya aku arahkan padaku tanpa pikir panjang langsung ku lumat bibirnya yang tipis nafasnya kian memburu ketika perlahan tanganku mulai menyusup di balik kaus ketatnya pelan tapi pasti aku remas dua buah gunung di balik BH nya, santi mendesah dan makin erat saja pelukannya " Aaaakh..boy bukain bajuku dong " satu persatu kupreteli pakaiannya kini dia hanya memakai CD aja suasana semakin panas hingga akhirnya dia menuntunku ke kamarnya.

Di kamar pakaianku langsung di lucuti olehnya rupanya nafsu birahi kami tidak terbendung lagi kami sama-sama telanjang, tubuh santi aku rebahkan di ranjang kujilat tubuhnya dari muka, leher, lalu kuhisap teteknya yang masih kemerahan dan seukuran biji jagung dia menggelinjang " aaaakh…geli...oukh uenaaak banget…" bergantian kanan kiri teteknya aku hisap, sasaranku mulai keperut, dan berakhir disebuah tempat paling peka pada wanita tampak bibir vagina yang masih kemerahan dengan di tumbuhi oleh bulu-bulu halus di sekitarnya rupanya dia masih perawan aku ngga sangka tanpa disuruh aku mulai menjilati memeknya bau harum terpancar dari memek itu rupanya santi sangat memperhatikan kebersihan daerah vitalnya aku membasahi memeknya dengan ludahku itilnya aku hisap rupanya disitu letak pusat kenikmatannya terbukti santi mendesah-desah dan menyuruhku untuk lebih lama menghisap itilnya setelah puas aku suruh dia gantian menghisap kontolku santi begitu menikmati permainan ini dia menyapu kontolku sampai ke bijinya dan " aaaaakh nikmat sekali san.."

Aku mengatur posisi pahanya aku lebarkan karena malam kian merambat jariku aku masukin ke memeknya basah namun masih terasa sangat sempit " kontolnya aku masukin ke memekmu yah san.." dengan sedikit ragu dia menjawab " tapi sakit kan " kembali jariku aku masukin dan aku aduk-aduk memeknya, perlahan aku masukin meriamku sempit sekali rasanya " aaakh ..pelan-pelan boy, sakiit.." perlahan ujung kontolku mulai merangsek masuk hanya separuh saja tapi aku tidak boleh menyerah aku tak perduli lagi akan ringisan kasakitannya ku tahan pantatnya supaya kontolku bisa masuk lebih dalam lagi, jlebb bless akhirnya seluruh kontolku masuk juga cairan licin membasahi rongga memeknya terasa hangat dan serasa dipijit setelah seluruh kontolku tertelan oleh memeknya pantatku mulai naik turun mengoyang memeknya, memek yang tadi terasa sempit kini begitu longgar dan rintihan santi yang tadinya kesakitan menjadi rintihan kenikmatan " aaakh enak udah ngga sakit lagi boy " dia mulai menggoyang pantatnya mengimbangi gerakanku " oukh ..akh aku juga enak san.." malam itu santi bagainak san.. mengimbangi gerakanku eparuh saja tapi aku tidak boleh menyerah aku tak perduli lagi akan ringisan kasakitannya ku tahan pantatnya supaya kontolku bisa masuk lebih dalam lagi, jlebb bless akhirnya seluruh kontolku masuk juga ca malam itu santi bagainak san.. mengimbangi gerakanku eparuh saja tapi malam itu santi bagainak san.. mengimbangi gerakanku eparuh saja tapi aku tidak boleh menyerah aku tak perduli lagi akan ringisan kasakitannya ku tahan pantatnya supaya kontolku bisa masuk lebih dalam lagi, jlebb bless akhirnya seluruh kontolku masuk juga cairan licin membasahi rongga memeknya terasa hangat dan serasa dipijit setelah seluruh kontolku tertelan oleh memeknya pantatku mulai naik turu" kok kamu keluarin di dalam sih, kalo aku hamil gimana ?" aku mencoba menenangkan " kalo hanya satu kali berbuat ngga bikin hamil tau " santi agak sedikit tenang dengan hanya di balut selimut dia berjalan ke kamar mandi dan membuatkan secangkir kopi untukku setelah berhenti 15 menit aku kembali mencoba memancing rangsangan aku hisap teteknya yang sudah kemerahan rupanya santi mulai bangkit gairahnya dia memegang kontolku dan memasukannya ke dalam vagina yang sudah agak menyempit lagi blesss tanpa kesulitan kali ini kontolku langsung amblas ke dalam " aaakh …ouukh…yeaahhh…" kembali terdengar desahan pelan dari mulut santi hingga kami terkulai untuk kedua kalinya.

Malam itu kami bercinta sampai 4 kali mencapai puncak orgasme dan mungkin malam-malam penuh nafsu birahi berikutnya masih akan ada lagi karena peristiwa itu membuat kami ketagihan dan ingin melakukannya lagi…lagi..lagi daaaan lagi.

Dua tahun kemudian aku dapat kerja di suatu perusahaan swasta di Jakarta terakhir aku dapat kabar santi mau menikah dengan sahabatku juga tapi rahasia perawan dan perjakaku hanya kami dan para pembaca yang tau. Bagi cewe2 atau tante2 yang juga ingin merasakan kebuasanku di atas ranjang silahkan kirim email ke saya di : seramat@bolehmail.com ( just sex no money )

T A M A T