Pengalaman Pertamaku

Cerita ini terjadi sewaktu aku semester 3 di Fakultas Ekonomi Universitas A... Saat itu aku masih sangat bodoh dalam hal percintaan maupun sex, disaat mata kuliah akuntansi aku mendapat dosen baru yang kebetulan dosen aslinya sedang cuti hamil. Dosen baruku ini seorang gadis yang kebetulan masih sepupu dari ibu dosen yang sedang cuti. Dia seorang sarjana akuntansi tamatan dari oxford tapi bagiku yang penting adalah ilmu yang akan diberikan olehnya dalam mengajar. Saat pertama kali melihatnya aku sangat grogi dibuatnya karena dia memandangkan dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Aku piker mungkin ini dosen nggak pernah melihat laki-laki seperti aku. Aku memiliki tinggi badan 172 cm dan berat 62 kg dengan wajah yang lumayan gantenglah mirip dengan Gunawan ( kata temen-temen sich … ! ).

Singkat cerita ternyata dia selesai mengajar memanggil aku untuk datang ke ruangan dosen dan dia bilang ada tugas khusus darinya untuk aku. Saat itu temen-temen aku banyak yang iri dan memberikan komentar yang sedikit kotor padaku. Tapi aku halau saja komentar itu dalam benakku dan akupun langsung menyusulnya ke ruangan dosen. Sesampainya disana, dia menyuruh aku untuk datang ke rumahnya malam hari untuk membantu dia membuatkan soal tentang akuntansi yang sudah diajarkan oleh dosenku sebelum dia. Karena akupu tidak ada kegiatan pada malam itu akupun mengiyakan untuk membantunya.

Malam itu akupun pergi kerumah dosenku memakai baju kaos dan celana jens dengan mengendarai sepeda motor bututku. Sesampainya dirumahnya ternyata dosenku sedang ada tamunya, maka aku terpaksa menunggu terlebih dahulu di teras rumahnya setelah bertemu dan dipesankan olehnya untuk menunggu sebentar. Sepulang tamunya dosenku lalu menyuruhku untuk masuk. Rumahnya sangat sederhana tetapi sangat rapid an bersih sehingga suasananya terasa sangat sejuk dan tenang. Aku sangat terkejut karena saat itu aku melihat seorang ibu dosen yang sangat cantik berdiri dihadapanku hanya dengan pakaian tidur yang berwarna putih transparan, sehingga menonjolkan lekuk-lekuk tubuhnya yang aduhai … ( maklum masih berumur ± 28 tahun ).

Aku sempat dibuat grogi dan memandang tak berkedip sampai dosenku menegurku bahwa apa yang sedang aku perhatikan. Sesaat aku sadar, aku menjadi sangat malu sekali. Akupun meminta maaf padanya karena telah berbuat lancang dan diapun berkata “ kalau aku mau melakukannya kenapa harus malu-malu dan hanya melihat“, aku bingung dengan ucapannya itu. Antara sadar dengan tidak duduk kamipun mulai berdekatan dan dengan tidak disengaja aku menyenggol buah dadanya yang berukuran 36 B itu, rasanya sangat kenyal dan kencang. Darahku rasanya mulai mengalir deras dan nafasku mulai terasa tidak teratur iramanya menahan nafsu yang sudah mencapai ubun-ubun. Hal yang membuat aku semakin berani adalah dengan ucapannya yang memintaku untuk mengecup bibirnya yang mungil berwarna merah ranum.

Aku yang memang sudah menahan nafsuku mendapat permintaan seperti itu tidak tinggal diam … akupun mengecup bibirnya itu dan mulai memainkan lidahku didalam mulutnya dan berputar-putar disana sambil tanganku ditariknya menuju buah dadanya yang terasa kenyal dan kencang saat tersentuh tadi. Aku pilin dan remas buah dadanya secara lembut dan diapun mulai mengejang dan mengerang kenikmatan… oohhh…aldo teruskan … ssaaayyyaannggg, sambil tangannya mulai mempreteli pakaian yang aku pakai juga celanaku sehingga tinggal CD ku saja. Aku pun tidak tinggal diam sambil terus memilin dan meremas buah dadanya aku meraba pangkal pahanya sampai ke pantatnya yang seksi aku remas juga sambil membuka kancing BH-nya dan dasternya. Aku sangat terkagum memandang pemandanga indah itu dadanya yang membusung semakin kencang dan kulit tubuhnya putih mulus semakin membuat darahku terasa mendidih didalam otakku. Dan kamipun melakukan oral sex dengan gaya 69’ begitu dia bilang saat itu dimana aku mulai menjulurkan lidahku kesekitar selangkangannya yang masih ditutupi oleh cd-nya, tapi aku tahu kalau dia sudah orgasme karena cd-nya terasa lembab dan basah oleh air kenikmatan yang keluar dari vaginanya. Aku terus menjilatinya sambil jari telunjukku mulai berani menyelinap ke dalam belahan vaginanya yang sudah sangat basah sekali. Dosenkupun ternyata tidak tinggal diam dia mengerang dan mengejang menahan nikmat yang aku berikan sambil tangan dan bibirnya yang mungil itu menghisap dan menyedot kontolku didalam mulutnya yang tidak bias masuk semuanya karena termasuk ukuran jumbo dengan panjang 22 cm dan diameter 5,5 cm.

Setelah puas melakukan oral sex itu dan diapun sudah terlihat tidak tahan lagi maka kamipun mulai mulai melakukan kegiatan yang lebih hot lagi dimana dia aku pangku dan dia mengaitkan kedua kakinya dipinggulku sambil akupun mengarahkan kontolku yang besar itu kevaginanya yang juga dibantu olehnya … begitu menyentuh bibir vaginanya terasa sesak dan sulit untuk menancap masuk karena terlalu besarnya kontolku dan sempitnya lubang vaginanya… dengan sedikit demi sedikit aku mulai mendorong dan bleess… cleeps… masuk sebagian dan diapun teriak tertahan karena kesakitan…. Aku diam sebentar sambil terus merangsangnya dengan menjilati putting susunya yang berwarna merah dan sudah mengeras itu. Setelah aku lihat dia mulai terangsang … akupun mulai memasukkan kontolku lagi dan berhasil masuk semuanya…. Aaahhhh …...ooohhhhhh…….besar sekali punyamu sayang begitu dia bilang sambil matanya terpejam menahan sakit dan nikmat yang tiada taranya. Aku mulai memompa dan menaik turunkan pantatnya di pangkuanku selama ± 25 menit dia mulai mengejang dan mengepitkan kakinya dipinggulku dengan sangat kuat sekali yang menandakan dia mengalami orgasmenya aku pacu dorongan kontolku didalam liang vaginanya untuk memberinya sensasi yang mendalam… setelah mengendor kaitan kakinya akupun berhenti sebentar sambil merubah posisi kami berdua dengan tidak melepaskan kontolku dari liang vaginanya…aku baringkan dia diatas sofa diruang tengah itu dengan kedua kakinya terangkat dan lututnya menyentuh kepalanya akupun mulai memompa lagi dan memaju mundurkan kontolku…” aaahhh…oohhh…yyyaannnggg…… kkkuuuaaattttt…… llllaaaaggggiiiii……goyangaanya…. sayang “ begitu dia bilang.

Hampir setengah jam lebih aku memompanya seperti itu. Diapun mulai orgasme lagi untuk yang ketiga kalinya… dan menjerit tertahan menikmati keluarnya cairan surganya dari liang vaginanya dan menyemprot kontolku yang masih berdiri kokoh di dalam laing vaginanya terasa hangat dan licin di dalam liang vaginanya. Aku yang masih belum keluar mulai merubah posisi lagi dengan gaya doggy style dengan dia menungging sambil kepalanya bersandar pada sandaran sofa aku mulai memaju mundurkan kontolku lagi selama 25 menit dengan bersemangat karena aku mulai merasakan adanya tanda tanda akan keluar aku semankin memperkuat dorongan dan goyangan pantatku di dalam vaginanya rupanya diapun akan orgasme lagi utnuk yang keempat kalinya …aku bilang untuk menahannya dan keluar sama-sama, diapun setuju dan sekitar sepuluh menit kemudian crrrot…crrott…crrrooott…. keluarlah pejuku di dalam vaginanya bersamaan dengan orgasmenya dosenku… aku tembakkkan pejuku sebanyak-banyaknya didalam liang vaginanya sampai-sampai terasa keluar dari sela-sela kontolku dan bibir vaginanya saking banyaknya yang bercampur juga dengan air kenikmatan dosenku dan merasakan kenikmatan yang tiada taranya ….. setelah terasa agak tenang dan lega aku mencabut kontolku yang masih terasa keras dari vaginanya….dan berbaring disisnya yang nampak tertidur kelelahan setelah aku gempur selama 1 ½ jam lamanya.

Setelah agak tenang dan rileks aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badanku. Setelah terasa bersih dan mengenakan kembali pakaianku, aku kembali lagi keruang sofa dan menemukan dosenku tertidur pulas diatas sofa masih dengan kodisi telanjang. Aku tidak tega untuk membangunkannya, maka aku gendong dia ke dalam kamarnya dan aku baringkan diatas tempat tidurnya dengan tidak lupa memberikan selimut untuk menutupi tubuhnya. Setelah itu aku kecup keningnya dan menuliskan pesan kalau aku minta maaf atas perbuatanku dan izin pamitan pulang lewat sepucuk surat karena tidak tega untuk membangunkan dia karena keletihan habis bertempur. Besoknya dia dan aku bertemu di kampus dan dia menarik tanganku dan berkata “ kamu sungguh hebat dan mengajakku untuk melakukannya lagi lain waktu “ dan aku jawab “ boleh saja asalkan nilai akuntansiku terjamin “ Begitulah hubungan itu tetap berjalan selama aku kuliah dan biaya kuliahku dijamin olehnya sampai selesai dan nilai mata kuliah akuntansiku pun mendapat nilai A dalam rekapitulasi nilai.
T A M A T