Pesan Untuk Mbak Evi

kali ini gw akan menulis sebuah kisah nyata yang dialami oleh sobat gw.gw harap setelah gw tulis cerita ini masalahnya dengan ceweknya cepet selesai.selama ini gw nggak banyak menulis kisah nyata karena nulis kisah berdasarkan fakta itu cukup sulit bagi gw. dlm hidup pribadi gw jarang ada kisah-kisah sex yang fantastis jadi gw lebih banyak menulis berupa karya-karya fiksi semata. anyway begini kisahnya(semua nama tokoh-tokoh dlm cerita ini adalah nama asli,kalau ada kesamaan nama ya salah nenek loe kasih nama kriminal):

Hendra Jayadi namanya .anak semata wayang dari seorang pengusaha tambak di Tuban Jatim,Sastro Jayadi.semenjak kelas 3 SLTP karena mencari pendidikan terbaik dan kesibukan ayahnya Hendra sudah tinggal sendirian di sebuah rumah kontrakan di ibukota.selain pintar dlm pelajaran disekolahnya.anak ini juga sudah memahami ilmu bisnis.tapi yang paling menarik bagiku adalah ia memiliki sifat kemandirian sifat yang jarang sekali dimiliki oleh anak-anak boss kami pertama kali bertemu di suatu jamuan makan malam yang diadakan oleh seorang pejabat teras ibukota.ia mewakili Ayahnya sementara aku mewakili perusahaan swasta dimana aku bekerja saat itu.ternyata kami dengan mudah menjadi cepat akrab.Hendra selalu nyambung kalau kuajak ngomong soal apa aja.baik soal politik,IMF,perkembangan budaya.pokoknya cool man.

Saat itu dia ditemani oleh seorang wanita yang anggun.usia mereka terlihat jauh berbeda.kira-kira wanita itu 10 tahun lebih tua dari Hendra .semula kupikir baby sitternya Hendra boleh juga nih anggun, sexy, wajahnya juga rupawan ala gadis asia.aku sempat menggodanya tapi gadis itu tak menanggapiku sama sekali. alangkah terkejutnya aku kala itu ketika Hendra mengenalkan gadis yang bernama Evi itu sebagai pacarnya padaku kupikir Hendra sudah agak sedikit gila masak memilih wanita yang lebih tua darinya untuk dijadikan pacarnya .padahal toh masih banyak school girl di jakarta ini yang bisa dipacarinya. Hendra mengetahui keterkejutanku itu .saat itu ia hanya bilang "selera orang kan beda-beda mas".pemuda itu juga memohon padaku agar jangan bilang siapa-siapa kalau mereka pacaran."takut nggak direstui mas"timpal Evi . jelas saja Sastro Jayadi nggak memberi restu .bayangkan saja anak semata wayangnya .jadian sama tante-tante.tapi kala itu aku cuek saja. toh bukan urusanku.cuma sayang kalau anak sehebat dan sepintar itu harus berakhir dengan tante-tante.

setelah pertemuan di dinner party itu kami tak bertemu lagi hingga 3 tahun kemudian. tepatnya di bulan puasa yang lalu.saat itu aku sedang membantu menjaga stand hot dog milik adik iparku Dewi.di salah satu mal ibukota. ketika sedang asyik-asyiknya menjaga datang seorang yang memesan dua gelas lemon tea.dari pakaiannya yang berdebu,kotor dan dekil sih aku sudah bisa menebak orang ini pasti pekerjaannya nggak meyakinkan.jangan-jangan setelah memesan lemon tea orang ini kabur lagi.lantaran nggak bisa bayar.but the buyer still the king.jadi dengan acuh tak acuh kubuatkan saja pesanannya. "mas,Rachman bagaimana kabarnya?sekarang anda manggang disini ya?" aku tersentak kaget saat mendengar suara itu.suara itu memang sangat kukenali, suara itu milik Hendra.aku tak dapat berkata apa-apa. "apa...kah ... ka....m...u.. Hen...dra.. Ja..ya...di?" terbata-bata aku mengucapkan pertanyaan itu. dan benarlah pemuda itu ternyata memang Hendra Jayadi,semula aku tak mengenalinya lag sebab ia sudah tampak berbeda jauh dari saat aku menemuinya 3 tahun lalu jika dulu Hendra tampak gemuk,selalu berpakaian rapi dan memakai minyak wangi sekarang ia muncul dengan tubuh yang kurus kayak orang pesakitan.boro-boro minyak wangi kini dari baunya tampaknya ia sudah ndak mandi beberapa hari dan memang tampaknya pemuda ini sedang dihinggapi masalah besar. aku mengajaknya masuk kedalam .dan kami mulai menceritakan kehidupan kami masing-masing.aku menceritakan padanya bagaimana sampai aku yang mantan humas bisa jadi pengganguran.sementara hendra dari kisahnya dapat kutarik kesimpulan bahwa tampaknya ia stress setelah ditinggal Evi.berkali-kali ia mengatakan bahwa ia benar-benar mencintai evi.ia juga bilang kalau ia memaafkan semua perbuatan Evi.

"seperti mas Rachman,ketahui semenjak kelas 3 SLTP.aku sudah harus hidup sedirian di "ibukota"-nya Replublik Indonesia.aku tinggal di sebuah rumah besar didaerah perumahan elite.sendirian!waktu pertama kali aku binggung ketika harus mengikuti kegiatan warga,siskamling,arisan,bayar telepon,listrik dan konco-konconya.belum lagi harus bersih-bersih rumah,cuci sprei dll.singkatnya pada bulan-bulan pertama keadaanku kacau.untunglah saat itu ada seorang wanita yang tinggal di depan rumahku.sekalipun kami cuma tetangga namun, entah karena kasihan melihat keadaanku atau apa. wanita ini mau menolongku secara cuma-cuma.ia mau membantuku membayar semua tagihan,mengajakku arisan warga,kenalan dengan tetangga lainnya.bahkan tidak jarang ia mengundangku untuk makan malam dirumahnya. wanita ini tampaknya sangat ahli dalam hal memasak.apa saja yang dihidangkannya selalu memancing nafsu makanku.sungguh wanita ini benar-benar telah menolongku untuk hidup di kota jakarta.wanita yang baik ini bernama REVITA PURBASARI yang akrab dipanggil Evi.ia adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya.tampaknya suaminya cukup berada. buktinya setelah mati suaminya mewariskan satu perusahaan besar padanya.

semula kasih sayang yang diberikannya padaku cuma kuanggap sebagai kasih seorang ibu pada anaknya. maklum Evi memang tidak memiliki anak. namun ternyata selain baik hati wanita ini juga punya otak.saat aku kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah tak jarang aku meminta bimbingannya.berkat dia pula aku jadi rajin shalat .kegiatan yang bahkan sebelumnya jarang kulakukan pada saat aku duduk di bangku SLTA.kami semakin akrab mbak Evi sudah kuanggap keluargaku sendiri.ketika ayahku memintaku mewakilinya menemui beberapa pembeli dan kenalannya aku pasti meminta mbak Evi untuk menemaniku.dalam mengambil keputusan-keputusan terpenting dalam hidupku aku lebih senang mendengarkan saran mbak Evi.daripada saran-saran dari keluargaku.hal itu terbukti, ketika aku atas saran mbak Evi mengambil jurusan hukum.mengetahui hal tersebut ayahku tentu saja mencak-mencak nggak karuan.ia memang mengharapkan aku mengambil jurusan tehnik.tapi aku nggak peduli.bagiku cuma saran mbak Evi yang terbaik bagiku ia yang paling mengenal aku.ia pula yang merawat aku saat aku terkena malaria.bukan keluargaku yang lainnya" Hendra mengakhiri ceritanya ia meminum lemon tea yang tadi dipesannya.namun aku masih ingin mendengar lagi ceritanya lagi."well,sejauh ini aku belum mendengar kalian pacaran". "pada pertengahan tahun 2000 tampaknya badai krismon mulai menyerang perusahaan mbak Evi rumahnya disita oleh bank.aku dengar mereka kesulitan dana.mbak Evi sebenarnya sudah akan tinggal di Bandung di rumah ibunya.serta menutup perusahaannya.

aku ingin membalas kebaikannya. mbak Evi kupersilahkan tinggal bersamaku.(tentunya tampak sepengetahuan ayahku).bahkan kualirkan dana beberapa juta dari keuntungan tahunan tambak ayahku.ke rekening mbak Evi tujuannya sudah jelas agar perusahaan mbak Evi tetap jalan.kubohongi ayahku kukatakan bahwa uang itu untuk keperluan kuliahku.juga kukatakan pada beliau bahwa aku sudah mengambil jurusan mata kuliah tehnik sipil.tentu saja ayahku tak keberatan bahkan beliau tampak senang sekali.semula sebagai wanita timur.Evi jelas nggak bisa menerima semua tawaranku begitu saja. sebab toh aku bukan adik dan suaminya. kami cuma bertetangga.namun setelah berkali kali kudesak dan kupaksa. diterimanya juga tawaranku tersebut.""wah,kau benar-benar baik kalau aku jadi mbak Evi aku pasti akan langsung menikahimu dan hidup bahagia selamanya".candaku kala itu. "REVITA bukan wanita seperti itu!!!"sentak Hendra begitu mendengar banyolan dariku."lucunya...."lanjut Hendra "kami baru menyadari bahwa kami saling mencintai dan membutuhkan satu sama lain sewaktu kami tinggal bersama.ya!, sewaktu kami melakukan dosa tersebut........" "dosa????" tanyaku "iya, kami melakukan hubungan sex diluar nikah itulah dosa kami."lanjut Hendra "ah itu biasa kalau pacaran memang harus gitu,goblok! tau nggak kalau nggak berani ngeseks sebelum sampai ke pelaminan"tampaknya Hendra tak peduli dengan perkataanku tersebut

"malam itu ketika sedang melihat acara televisi.entah siapa yang memulai kami mulai berbicara tentang hal-hal yang berbau porno.hal ini belum pernah kami lakukan sebelumnya.aku bertanya berapa ukuran bra mbak evi,gimana rasanya melakukan senggama dan lain-lain.sementara ia bertanya apa aku pernah lihat adegan percintaan di film-film atau jangan-jangan pernah melakukannya.aku jawab dengan sejujurnya bahwa aku nggak pernah.maklum pendidikan orang tuaku soal ini sangat jelas.dan tegas mereka masih mendewakan prinsip-prinsip hidup ketimuran.entah disadarinya atau tidak tiba-tiba ia mengelus-elus bagian tengah celanaku selama beberapa saat.(bagian selangkangan.RED).ia juga mulai berani meremas-remas daerah vitalku tersebut.sekalipun masih tertutup oleh celana jeans.namun naif rasanya jika aku bilang bahwa aku nggak merasakan kenikmatan sexual yang diberikan oleh remasan tangan mbak Evi tersebut.agaknya kenikmatan itu pula yang membuat burungku tegak dengan gagahnya.mbak Evi mulai mengontrol tangan kananku dielus-eluskannya pula tanganku ke belahan pahanya yang mulus.(saat itu Evi memakai mini skirt).

nafsu setankupun bangkit kuciumi bibir mungil mbak Evi.mbak Evi menyambut pula ciumanku itu dengan buasnya.tangan kananku yang semula asyik meremas paha mbak Evi mulai berani.meremas payudara gadis yang selama ini telah kujadikan panutan hidupku tersebut.birahi tampaknya telah memenuhi ubun-ubun kami.ketika pelan-pelan kubuka pakaiannya mbak Evi sama sekali tak melawan bahkan ia mempermudah usahaku tersebut serta mencoba pula membuka celana jeansku.setelah kami dalam keadaan polos alias tanpa sehelai benangpun menutupi aurat kami.baru dapat kulihat ternyata mbak Evi cantik luar dalam.dadanya yang kira-kira cup 34 dihiasi dengan putting susu kecoklatan ditambah pula dengan bodynya yang bak gitar mexico.bulu kemaluan mbak Evi juga tidak terlalu lebat.kami sama sekali tak malu.saat itu kami serasa bagai bayi. melihat mataku yang melotot memandangi onderdilnya.mbak Evi biasa saja. sementara ketika mbak Evi asyik mengoyang-goyangkan kemaluanku dengan tangannya.sembari kadang kadang menciumi "kepala"-nya.aku tidak merasa malu tapi justru merasa bahwa nafsu birahiku semakin memuncak.aku merasakan betapa aku menjadi "pria"yang seutuhnya.dikala aku menaiki tubuh mbak Evi.saat itulah disaat burungku menancap didalam (maaf) vagina mbak Evi kami saling menyadari bahwa kami telah menjadi satu.rasanya tak perlu kalau kuceritakan secara detil peristiwa tabu tersebut.yang jelas kami melakukannya selama30 menit.

ketika itu Evi juga sempat mengeluarkan desahan-desahannya yang sexy namun itu bukan karena ia kesakitan menerima hujaman burungku namun sebaliknya ia mendapatkan kepuasan lahiriah.pertempuran kami pada malam itu berakhir bersamaan dengan orgasme mbak Evi malam itu pula kami saling mengucapkan kata-kata indah yang menyatakan bahwa kami saling mencintai.namun kami baru jadian seminggu sesudahnya.kami pacaran tidak seperti orang kebanyakan.kami lebih mirip sepasang suami-istri dari keuntungan tambak dan penisku.aku menafkahi mbak Evi secara lahir & batin." "dan bagaimana kalian bisa putus?" lanjutku "seharusnya itu tak terjadi mas,sekalipun kami tinggal serumah. namun karena kesibukanku kuliah aku nggak tahu lagi.gimana nasib perusahaan Evi. situasi moneter perusahaan itu ternyata cukup parah tanpa sepengetahuanku.mbak Evi mengajukan lagi pinjaman ke bank ia bahkan menjaminnya dengan rumahku beserta isinya serta beberapa sahamku di perusahaannya.

perusahaan tersebut pailit.mbak Evi melarikan diri.aku baru mengetahui ketika aku pulang kuliah saat itu tiba-tiba rumahku sudah di segel oleh bank....." "lalu kamu tahu dimana sekarang si Evi?" "nggak tahu mas, ada informasi yang bilang ia di ambon, ada yang bilang ia jadi simpanan seorang pejabat.ada pula yang bilang sekarang ia jadi tenaga kerja wanita di malaysia." "lalu ayah kamu?" pertanyaan ini lebih dikarenakan aku kasihan sama si Sastro nggak ada maksud lain. "melihat keadaanku sekarang tentunya ia sedih sekali,anak semata wayangnya yang semula diharapkan untuk dapat mengantikannya kelak.sudah di DO.bahkan hidupnya nggak karuan.ia dulu juga sempat mau meminta bantuan pengacara dan kepolisian untuk menuntut kasus penipuan ke EVi dari kasusnya sih bisa aja beliau menang namun karena Evi adalah pujaan hatiku mati-matian kuhalangi usaha ayahku itu biarlah kucari Evi sendirian.bukan untuk menyuruhnya bertanggung jawab tapi untuk memintanya dengan hormat agar mau menggulang kisah-kisah cinta kami" "sampai di DO?"timpalku "iya,sebenarnya dulu tinggal setengah semester namun tanpa Evi rasanya semuanya percuma.

aku memutuskan mencari Evi.baru setelah itu kuliah lagi.eh nggak nyangka udah di DO.aku selama ini jarang pulang mas kadang tidur di jalanan kadadang di hotel kadang ditepian rambu-rambu lalu lintas.tapi aku tahu ini memang sudah resiko yang harus aku ambil untuk menemukan Evi.terus terang aja mas cinta,hati,dan hidupku cuma untuk Evi seorang maka itu aku harus dapatkan dia kembali.lagipula toh aku sudah memaafkannya sejak lama......."(well still contact me at Rachman_3000@plasa.com)

setelah mendengar ceritanya dan menghabiskan lemon teanya kami berpisah.katanya ia akan mencari cewek itu lagi REVITA PURBASARI.keujung dunia sekalipun.sebelum ia pergi aku juga sempat menasehatinya agar menata hidupnya kembali.namun tampaknya ia nggak peduli. dari cerita diatas kita semua bisa tahu betapa menderitanya Hendra.dari seseorang yang pintar,kaya,menjadi seperti gembel dan menderita stress akibat cintanya.dan sebagai sahabatnya jelas gue ngrasa harus nolongin dia.maka itu jika mbak Evi kebetulan mbaca cerite ini gw saranin segera come back ke Hendra deh.kasihan lho tuh anak.gw jamin deh bahwa ia bener-bener sudah maafin loe.dan kalau seumpama hidup loe udah lebih bahagia dari semasa loe masih hidup sama Hendra.loe jangan lupa kalau dulu sewaktu elo susah dia sampai berani nyuri uang ayahnya demi nolongin loe.dan jika loe memang sebenarnya nggak cinta ke dia/nggak akan bisa cinta dia.mendingan loe temuin dia ,katakan terus terang,dan minta ia untuk mengatur hidupnya lagi.atau kalo ma ketemu and talk with me please contact my e-mail box.