Rainy Sex

Aku adalah seorang mahasiswa berusia 23 tahun, laki-laki. Aku kuliah di kampus sebelah barat Jakarta. Aku kuliah selalu ambil waktu di sore sampai hari,yang mana pada waktu siangnya aku bekerja di perusahaan swasta di Jakarta.

Suatu hari sewaktu aku kuliah sore yang berakhir pada malam hari sekitar pkl 20.00 wib, aku menemui seorang mahasiswi sedang sendiri yang sedang menanti hujan reda, karena pada waktu itu hujan turun dengan derasnya, sehingga aku merasa iba melihatnya, kemudian aku mendekatinya dan menyapanya. "hai.. apa kabar? " dengan senyum manis, ia menyambut sapaan aku "hai juga, baik". Lalu aku tanya "sedang tunggu siapa?" Risa jawab "tunggu hujan.." sambil melemparkan senyum manisnya kepadaku. Aku tanya lagi "kok hujan ditunggu sich?" KemuRisan ia jawab "lha iya lah. Aku kan bawa motor, lagian motor itu aku parkir, dan pastinya kena hujan dech" Lalu ia tanya pada aku "kamu sendiri?" aku jawab "aku juga sama seperti kamu, tunggu hujan! Lagian aku juga enggak bawa motor nich, trus aku juga tunggu hujan dech" KemuRisan aku berkenalan dengannya, aku tanya "namamu siapa?" Risa balik nanya sebelum menjawab pertanyaanku "namamu?" aku jawab "namaku Toto kamu?" "namaku "Risa".

Tidak lama setelah kami mengobrol hujanpun reda, dan saat itu waktu sudah menujukkan pukul 22:30 wib, karena sudah malam dan Risa mengendarai motor sendirian, lalu aku menawarkan diri untuk mengantarnya ke rumah, karena pada jam malam seperti itu rawan kejahatan.

Di jalan, kami kehujanan lagi, dan kami tak menghiraukan untuk berteduh sejenak. Hujan semakin deras, entah sengaja atau tidak, Risa memelukku dari belakang begitu eratnya hingga kontol ku tegang karena tarangsang oleh pelukan seorang gadis yang lumayan cantik dan putih bersih bernama Risa.

Tidak lama kami tiba dirumahnya. Rumahnya besar, namun tidak ada orang, karena Risa tinggal sama adiknya, dan adiknya pun malam itu tidak tidur dirumah Risa. Sedangkan ortunya tinggal di Pekalongan.

Lalu Risa mengajakku masuk kerumahnya, dan menyuguhkan kopi sebagai penghangat dan cemilan kue kering, karena hari hujan aku dilarang olehnya untuk pulang, dan menganjurkan untuk menginap.

Kami berdua mengobrol macam-macam, sampai-sampai soal sex, yang waktu itu dimulai karena aku tanya "kamu pernah nonton bokep?" Risa jawab "iya pernah sama teman-teman, tapi enggak sama teman cowok kok". Lalu aku tanya " apa yang kamu rasa waktu nonton film itu?" Risa jawab biasa aja, sebab udah biasa. Di bilang sering sich memang iya, tapi waktu pertama kali nonton kayaknya gimanaa gitu.. asik juga sich" Lalu dalam pikiran ku "gile juga nich cewek, rupanya udah pernah nonton film bokep. Enggak nyangka kalo dari wajahnya Risa itu terlihat kalem"

Setelah selesai kami mengobrol, kemuRisan kami tidur dan Risa menunjukkan kamar kosong untuk aku. Tidak berapa lama, ternyata aku gak bisa tidur, karena dinginnya malam disebabkan hujan deras lalu aku berinisiatif untuk ke kamarnya. Karena kamarnya tidak di tutup apa lagi dikunci, aku langsung nyelonong ke kamarnya dan aku tanya "'Ris.. ada seli...." lalu aku tersentak kaget karena pada waktu itu aku lihat Risa sedang berganti pakaian dan saat itu Risa dalam keadaan bugil. Risa pun terkejut, lalu ia menutupi tubuhnya dengan bantal. Tapi anehnya Risa tidak marah, melainkan hanya tersenyum dan aku bilang "maaf ya Ris" ia jawab "gak papa kok. Kalo di kamar itu kamu gak bisa tidur, kita tidur berdua disini yuk" . Tanpa ragu aku memenuhi kemauannya, dan Risa tidur dalam keadaan bugil hanya dilapisi selimut, sedangkan aku tidur dibawah hanya beralaskan karpet. Aku tanya ke Risa, "kamu biasa tidur seperti itu?" Risa jawab "ah enggak juga, kalo lagi mau aja" KemuRisan Risa mengajakku untuk tidur bersama di sampingnya. Namun kami berdua tidak bisa tidur, rupanya nafsu sex kami berdua sedang tinggi-tingginya, maka aku mengambil inisiatif, aku juga turut bugil bersama Risa. Aku mulai menggerayangi Risa mulai dari telinganya aku cium, lalu ke lehernya dan tiba-tiba Risa membalikkan badannya yang semula membelakangiku, dekat sekali wajahnya yang putih bersih saling berhadapan dan mata kami saling bertatapan, lalu kami berciuman, lidah kami mainkan. Sambil berciuman aku meremas toketnya yang menurut perkiraanku berukukan 34B dan ideal dengan tinggi badannya yang kira-kira 167 cm dan Risa menggelinjang blingsatan karena tak kuasa menahan nikmat. Lalu tanganku mulai turun ke arah memeknya dan mulai mengelus-elus memeknya yang besar dan berbulu lebat, sambil kujilati putting toketnya, ku mainkan klitorisnya dengan tangan...., dan Risa hanya bisa mendesah... " To.. enak .. To..terus... Risa ga kuat nich Aaaacchhh.....,,sttthh..ughhhh..." aku pun lebih agresif lagi, kuturunkan mulutku dari putting toketnya, dan mulai menjilati memeknya yg harum dan, basah..., klitorisnya ku kulum lembut. dan ku jilat-jilat, sekali-sekali ke bibir memeknya dan Risa bergerinjal kegelian, "Sttt... To. enak a... .ooughhhh...To. terus...akungggg... " sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya. Sekitar 15 menit sudah ku jilati memeknya dan memeknya yang besar pun sudah banyak mengeluarkan cairan bening kental, dan Risa menarik pundak aku, sehingga posisi aku menindih Risa, dan kontol aku tepat berada di memeknya Risa, aku tidak berani untuk lebih jauh. tapi Risa merengek untuk memasukkan kontol ku ke memeknya.. Dengan tanpa ragu-ragu aku pun memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang besar itu., dan.. Oughh..stthhhh.. aku merasa ada segumpal daging yang menghisap kontolku.. Ternyata Risa mengangkat pinggulnya ke atas sehingga kontolku yang sudah tegang masuk ke liang memeknya... Risa.

Enak sekali, memek kamu enak Risa. Aku hanya berkata itu dan selebihnya hanya mendesah..., aaahhh...aaahhhh.....ahhh.....akhirnya aku pun menggenjot kontolku naik turun, dan Risa pun tidak mau kalah Risa menggoyangkan ke kiri dan ke kanan pinggulnya, wah... serasa di puntir-puntir kontolku ini, dan memeknya Risa memang terasa sangat sempit sekali dan begitu menggigit atau mungkin karena kontol aku cukup besar dan, "sttt... oghhh. Too..... terus...Toooo..... terus.. saaayyyanggg ougghhh.. Ssshhh.. " itu desahan Risa yang begitu kuat yang aku dengar keluar dari mulutnya dengan bibir yang tipis itu, aku pun terus menggenjotnya dengan frekuensi lebih cepat... dan desahan Risa pun makin keras... ugh.ughh.ughh.ughh.., dan kulihat Risa menggigigit bibir bawahnya. dan entah pada menit ke berapa, Risa mendesah sangat keras sekali, "Aaaaccchhhh..... ti..ti....Risa...mo .ke..luar...ouuuugggggghhhhhhhhhh....ssssssstttthhhhhhhh..., bareng dengan dekapannya yang sangat kuat memeluk badan aku, ternyata Risa sudah mencapai klimaksnya.

Dan Risa terkulai lemas tapi kontol ku masih tetap tegang dan kaku, lalu kemudian aku menyuruh Risa untuk bergaya Doogie Style. Rupanya Risa langsung mengerti apa yang aku maksud, maklum karena Risa memang suka sekali nonton bokep. Lalu kemudian aku memasukkan kontol aku dari belakang... Sambil kuremas-remas toketnya ku genjot kontolku yang sudah ada di dalam memeknya.. , mula-mula Risa tidak bereaksi apa-apa karena mungkin sudah lepas, tapi lama kelamaan desahannya pun mulai terdengar lagi, aku genjot lebih cepat. dan Risa mengerang.. Dan Risa mendesah menahan nikmat yang tiada taranya itu. " Ohg. ah.. Risa. terangsang lagi. Risa .. mau keluar lagi..stttttt" tunggu aku sayang.., kita keluar bareng.. itu yang aku ucapkan. tapi mungkin Risa sudah tidak kuat dan Risa berteriak. " Oougghhh. sstttt A..... Risa udah mau kee....luu..arrr......., ku genjot lebih cepat agar akupun bisa mencapai klimaks. dan pada saat Risa " mendesah. " ughh.... Too.. kamu memang..... sangat. perkasa..." maka kontolku pun berdenyut. seperti mau meledak .. Dan.. aku cabut kontolku kemudian aku telentangkan Risa dan...Crot. Crot....stttttt.. spermaku masuk kedalam mulutnya dan Risa menampung sperma itu di mulutnya. Risaa...... enak.sekali. memek mu enak........ dan kami berciuman saling melumat dengan dibumbui spermaku yang saat itu masih berada dimulutnya. Terasa spermaku asin dan kental, lalu kami menelan bersama-sama sperma itu. Kemudian kami pun terkulai lemas.....

Risa hanya tersenyum memandang ku dan memelukku. tidak lama kemudian kami pun tertidur lelap dengan badan dalam keadaan bugil. Malam yang hujan deras itu telah kami nikmati berdua, ahhh.. kapan lagi aku bisa merasakan itu. Dan di pagi harinya cerah aku lihat Risa bugil, ia menyuguhkan teh hangat walaupun aku melihat dengan mataku yang "Lima Watt" menahan kantuk. Dan Risa melakukan itu semua dalam keadaan bugil. Di pagi hari itu, dalam keadaan bugil tentunya kami bercanda-canda seperti layaknya anak kecil. Kejar-kejaran di rumahnya yang luas, lalu ngobrol-ngobrol di ruang tamu, sampai pada akhirnya kami melakukan persetubuhan di kamar mandi. Kami salng menyabuni dan aku memeluk ia dari belakang sambil menyabuni memeknya yang besar dan indah itu. Kami saling bermasturbasi. Risa mengocok-kocok kontolku dan aku mengelus-elus memeknya dan memasukkan jemariku kedalamnya. Kami berdua menikmatinya, setelah kejadian itu, kami janjian untuk bertemu di hotel xyz, dan tidak salah lagi, pembaca pasti tahu apa yang kami lakukan. Sampai sekarang aku ketagihan dan selalu ingin melakukannya lagi.