Selingkuh Pertama - Mesum

Entahlah, aku sendiri tidak tahu kenapa diusia 3x begini, aku sangat merindukan seorang wanita lain dalam kehidupanku, bukan karena aku bosan dengan istri bukan juga karena aku tidak puas dengan pelayanan istri, istriku mungkin sibuk mengurus 2 orang anak hasil pernikahan kami yang masih kecil-kecil. Aku sendiri tak ada niat untuk menyakiti istri, tapi mungkin aku sebagai lelaki didera rasa jenuh dalam rutinitas hidup dan seks yang begitu-begitu saja.

Awal dari perselingkuhanku adalah khayalanku berhubungan intim dengan wanita-wanita dalam imajinasiku, dengan wajah cantik dan body yang aduhai, namun kian hari aku malah kian tersiksa untuk mewujudkan khayalanku itu, hingga tepat pada bulan agustus 2002 aku beranikan diri untuk menggoda salah satu karyawati ditempatku bekerja yang menurut aku paling cantik dan sexi.

"Bella, kamu cantik deh" akhirnya ucapan itu keluar juga dari mulutku meskipun dgn sangat berat, dan bella seperti kaget mendengar ucapanku karena selama ini aku jarang sekali berkomunikasi dengan anak buah selain urusan pekerjaan, "ah, bapak bisa aja!" mukanya kelihatan memerah menahan malu. Karena banyak sekali teman-teman sekerjanya, aku tidak banyak bicara dan meninggalkan secarik kertas berisi nomor telponku dari kantong bajuku yang sudah aku siapkan tadi, "Nanti telpon bapak ya?" bisikku pelan lalu aku pergi kembali ke ruanganku dan sempat kulirik bella hanya bengong, mungkin bingung, cemas, seneng atau apalah aku tidak tahu perasaannya!

Jam 16.30 ternyata bella benar menghubungiku, "selamat sore" terdengar suara bella di sebrang sana "sore, bella ya?" aku langsung menebaknya. "ini pak yudas ya?" dia bertanya mungkin utk meyakinkan bahwa aku adalah orang yang dicarinya. Obrolan kami berjalan lancar dan terus berkembang, tapi aku ingat bahwa bella yang bel, kuatir makan pulsa banyak aku berinisiatif agar aku yang ngebel, tapi ternyata dia di wartel, untunglah dia punya hp, aku catat nomor hpnya dan aku masukkan dalam memori hpku.

Meskipun Cuma sekedar ngobrol yang tak tentu arah tapi entah kenapa perasaanku sangat bahagia bagai mengalami cinta pertama lagi, malamnya aku kirim dia sms dan ternyata bella mereplynya! Bukan main senangnya hatiku, sayang saat seru-serunya sms dia bilang dia habis pulsa! Buru-buru aku ke komputerku untuk beli pulsa di internet banking dan langsung aku kirim no pulsanya kedia! "saya tidak mau reply sms bapak kalau bapak yang beliin pulsa" ternyata dia marah, mungkin tersinggung atau memang tidak ada tipe mata duitan, aku sms dia dan beri pengertian kepadanya bahwa saat ini akulah yang butuh dan kebetulan aku ada internet banking, akhirnya dia mengerti dan mau meneruskan komunikasi kami tadi.

Ternyata bella saat ini tidak punya kekasih, dia baru putus dengan pacarnya karena pacarnya setiap ketemu hanya minta seks, meskipun agak terkejut dengan keterbukaanya tapi aku senang, aku terus mereplynya hingga waktu menunjukan jam 11 malam kami masih asik ber sms ria, dan obrolan kami sudah menjurus ke hal yang paling pribadi, dia bercerita bagaimana saat pertama kali mengenal seks sampai gaya-gaya yang dilakukannya saat ml dengan pacarnya, akupun juga bercerita bagaimana ml aku dengan istri aku, "Bel, ngomong2 bapak jadi 'on' nih ngomongin beginian" aku mencoba memancingnya. "kan ada istri bapak?, udah main aja, saya mau tidur ngantuk, malam pak" meskipun kecewa terpaksa aku membalasnya juga "malam, bella"

aku langsung tidur dengan senyum bahagia dan berkhayal bisa main dengan bella yang cantik dan bahenol.

2 minggu sudah aku sms-an dengan bella setiap malam, namun setiap kali aku ngajak ketemu, makan, dsb selalu saja ada alasannya untuk menolak ajakanku, namun kegigihanku membuahkan hasil, 19 september 2002 (aku inget banget tanggalnya) pukul 17.00 dia ngebelke kantorku dan minta diantar ke mega mal pluit karena mau beli kado untuk temannya ul-tah, aku sampai bengong tak percaya, "Itupun kalau bapak tidak keberatan lho!" terdengar suaranya disana memecah lamunanku, "Iya, bisa!" sahutku cepat

aku menjemputnya ditempat yang dia janjikan dengan zebra bututku, dengan jeans dan kaos ketatnya sungguh membuat bella semakin cantik dan seksi, mungkin tinggi sekitar 160-an berat seimbang, dada pasti diatas 36, dan pantat dan pinggul yang bahenol, singkat cerita setelah lelah berputar-putar akhirnya kami dapat hadiah untuk temannya, dan langsung pulang ke tempat kami didaerah cimanggis, depok. Jantungku berdegup keras karena ingin sekali mencumbunya, namun aku tidak berani memulai!. Aku hanya bisa diam sepanjang perjalanan.

Aku masuk tol pluit arah priok ke cawang, dan baru saja beberapa meter dari tempat pembayaran tol, bella membuat aku terperanjat! "pak, boleh saya tiduran di paha bapak?" meskipun lembut namun aku mendengarnya bagai petir!! "eh.. iya, silakan" jawabku gugup.

Lalu kepalanya langsung direbahkan dipahaku, sekilas aku mencium rambutnya yang wangi, aku menjalankan mobilku perlahan aku tak mau keindahan ini berakhir hanya gara-gara sampai ditujuan. Konsentrasi mengemudikupun jadi kacau, kadang aku lihat bibirnya yang sensual sangat menggoda, kadang aku lihat buah dadanya yang besar naik turun seirama tarikan nafasnya, sementara hawa dingin ac dari mobilku membuatnya semakin pulas, aku pandangi kembali wajahnya yang cantik, Aku benar-benar diliputi keraguan antara keinginan untuk membelainya dan ketakutan akan penolakannya, akhirnya aku beranikan diri membelai rambutnya, bella masih diam mungkin pulas, aku sentuh bibirnya dengan jariku, bella masih terdiam, ragu-ragu aku sentuh buah dadanya, kenyal sekali..

Bella masih terdiam, aku semakin nafsu dan lupa dgn rsa takutku, aku masukkan jariku dari lehernya dan langsung meremas buah dadanya lembut, aku lihat bella menggeliat, aku diam tidak membuat gerakan, setelah bella diam lagi, aku cari putting buah dadanya dengan jariku, dan aku pilin pilin halus putingnnya yang masih mungil itu.. bella menggeliat kembali dan mencium tanganku yang tepat diatas mukanya, aku menarik jariku, namun bella menahannya. "teruskan, pak" dia seperti menggunam aku beranikan diri menatapnya, pandangan kami beradu, dan tiba-tiba saja bella menarik tanganku keluar dari kaosnya, dan dia langsung duduk dan menciumku ganas, aku sampai kewalahan..

Kami saling melumat dan menghisap lidah, sementara satu jariku tetap disetir dan mataku tetap tertuju pada jalanan, suasana tol yang sepi membuat cumbuan kami semakin panas, kini bella yang aktif mencumbuku, dia mengelus-ngelus dadaku dan menarik2 putingku, bahkan kancing kemejaku dibukanya dan dengan ganasnya dia mencumbu ujung dadaku dengan lidahnya yang basah dan hangat. akupun tak mau kalah dan mencoba memasukkan tanganku ke sela-sela jeansnya, perutnya yang ramping mempermudah jariku untuk bergerak masuk, dan mencari cari celah lembab yang dipenuhi belukar, ternyata bella sudah basah, aku gesekan jariku lembut di klitorisnya, bella mendesah, namun bella tidak tinggal diam dia melepas resluiting celanaku dan mengeluarkan senjataku yang sudah meregang kaku. Dan lamgsung melahapnya dengan rakus, aku bagaikan terbang diangkasa saat itu.. Akhirnya aku tak tahan juga aku semprotkan sejuta kenikmatan kedalam mulutnya dan bella menelannya semua. dan bella pun sepertinya sudah tak tahan. gesekan jariku pada klitorisnya semakin cepat. dan tiba-tiba saja bella menjepit jariku keras,, dan tidak lama aku merasakan hangat di jariku.. Ternyata dia pun orgasme..

Kami tersenyum, aku kecup keningnya mesra,. "bella, kita lansung ke hotel yuk?" aku bisikan di telinganya " jangan sekarang pak!, lain kali aja ya?" meskipun agak kecewa akhirnya kami berpisah di cimanggis, dia pulang dan akupun pulang dengan sejuta kebahagiaan.