Cerita Panass Maisya Natalia Mahasiswi UPH - Cerita Dewasa

Namaku Indra, mahasiswa Semester 5 Universitas Pelita Harapan (UPH). Aku kost tak jauh dari UPH. Karena keluargaku bukan tergolong orang kaya, aku harus bekerja untuk meringankan beban kuliahku. Untung aku punya sedikit keahlian dalam hal utak-atik hardware komputer sehingga aku diterima bekerja di sebuah toko komputer sebagai teknisi.

Suatu hari temanku Hendra datang bersama pacarnya ke toko tempatku bekerja sambil membawa komputer yang butuh diservis. Aku dikenalkan dengan pacarnya yang cantik, nama cewek itu Maisya Natalia, mahasiswi UPH semester 3. Kulitnya putih mulus, bodynya langsing, muka tidak berjerawat, dan toketnya kurang lebih ukuran 36. Aku memang pernah melihat foto Maisya Natalia di dompet Hendra, tapi tak kusangka orangnya sangat menggairahkan. Aku iri juga kenapa si Hendra bisa dapat cewek secantik ini padahal wajahnya sih pas-pasan.

Hendra bilang itu komputer milik pacarnya. Aku pun bilang padanya tidak usah diservis di sini, nanti dikenakan biaya oleh toko. Lebih baik bawa saja ke kost aku nanti aku service sendiri agar bebas biaya.Hendra pun setuju dan berterima kasih padaku. Malamnya saat aku selesai bekerja dia menjemputku dengan mobil Maisya dan mengantarku pulang ke kost, sekalian membawa komputer Maisya yang harus diservice.

Ketika mereka pamit pulang, aku tak dapat menahan diri untuk memandangi dan mengagumi body Maisya yang aduhai, membuatku ingin menikmati tubuhnya. Kulihat Maisya pun sempat melirik padaku sambil senyum-senyum. Malam itu saat aku memperbaiki komputer Maisya, bayangan Hendra sedang menyetubuhi Maisya terus melintas di pikiranku. Terbayang bagaimana Maisya mendesah-desah keenakan saat Hendra menggenjotnya.

Ternyata komputer Maisya hanya mengalami kerusakan kecil saja. Memorinya rusak. Setelah kupasang memori yang kuambil dari komputerku, komputer Maisya pun bisa dipakai lagi, meskipun memang agak lebih lambat.

Iseng-iseng aku membuka isi komputer Maisya, siapa tahu ada foto dia lagi telanjang hehehehe... Kutelusuri semua file di komputernya, ternyata tidak ada. Karena kecewa, aku pun iseng menonton koleksi film Maisya yang disimpan di komputernya. Satu persatu kuputar filmnya, tak ada yang menarik. Tiba-tiba aku melihat folder yang disembunyikan. Ketika kubuka ternyata isinya film juga. Penasaran aku pun memutarnya dan langsung terkejut. Rupanya Maisya menyimpan banyak film p0rno berbau kekerasan. Aku langsung berpikir, apakah itu koleksi Maisya, atau si Hendra yang menaruhnya di situ.

Besoknya aku terbangun ketika mendengar pintu kamarku diketuk. Ternyata itu Maisya. Aku lihat dia cuma datang sendiri. Ketika kutanya mana si Hendra, dengan agak kesal dia menjawab "di neraka". Tampaknya mereka lagi berantem, maka aku pun tak bertanya lagi. Sambil ngopi aku jelaskan padanya bahwa dia harus membeli memori baru untuk komputernya. Kuhidupkan komputernya untuk menunjukkan bahwa telah selesai direparasi. Saat dia lagi asik melihat-lihat komputernya, aku memandangnya dari belakang. Baju tank topnya yang pendek terangkat ke atas saat dia menunduk dan celana jeansnya tertarik ke bawah karena ia duduk bersila di lantai. Aku dapat melihat kulit punggungnya yang putih mulus dan celana dalamnya yang berwarna putih. Kontolku langsung mengeras. Ingin rasanya aku menerkam tubuhnya dari belakang tapi untung pikiranku masih dapat kukuasai.

Aku pun teringat dengan film-film yang disimpan di komputernya.

"Maisya, kamu hobi koleksi film ya?" tanyaku padanya.

"Iya, aku sering nonton kalau lagi bete" jawabnya.

Hmm... aku mengangguk.

"Film yang lain kok di-hidden gitu?" tanyaku memancing soal film p0rno yang disembunyikan di komputernya. Maisya agak kaget dengan pertanyaan itu, tapi dia bisa menjawab dengan tenang.

"Oooh.. yang itu cuman buat refreshing saja" katanya sambil tertawa.

"Hendra ga marah kamu simpan film gituan" tanyaku.

"Ah.. dia ga tau" kata Maisya. "Sudah ah, jangan bicara soal dia lagi" lanjut Maisya dengan ketus.

Aku merasa tak enak karena membuatnya kesal. Kami pun terdiam sesaat, dia menghadap komputer dan aku menghabiskan kopiku. Karena suasana jadi tak enak, akhirnya aku pun mengingatkan dia untuk membeli memori baru agar komputernya bisa langsung dibawa pulang.

"Ok deh, kita pergi sama-sama dengan mobilku" katanya.

"Bentar, aku mandi dulu" kataku sambil berlalu ke kamar mandi.

"Eh, ga usah. Nanti saja" katanya membatalkan niatku untuk mandi. Wah, ada-ada saja ni cewek, masa orang mo ke toko ga mandi. Tapi tak apalah, aku juga memang kadang-kadang malas mandi.

Maisya ingin komputernya langsung dibawa saja, supaya setelah membeli memori baru, aku bisa memasangnya kembali di rumahnya. Aku pun setuju-setuju saja. Komputer Maisya kumasukkan ke mobilnya.

Setelah membeli memori, kami pun langsung menuju ke rumah Maisya. Eh, tak kusangka ternyata dia kost juga. Aneh juga, padahal dia kan orang sini. Ada rumah kok malah kost.

"Kok kamu kost juga? Bukannya kamu punya rumah?" tanyaku heran.

"Di rumah bosan sendiri. Makanya aku sewa kost buat kumpul-kumpul sama teman-teman" jawabnya.

Setelah masuk ke dalam kamarnya, aku kaget dengan keadakan dalam kamarnya, dalam hati aku bilang ini mah bukan kost, tapi kamar tidur pengantin baru, rapi, bersih, dan luas lagi. Dan spring bed berukuran king size yang sangat empuk sekali, rasa nya pingin tidur kalo berada di atas spring bed nya. Rupanya salah satu pintu lemarinya adalah kamar mandi loh…..

Setelah selesai memasang komputer Maisya, aku pamitan untuk pulang juga, tetapi Maisya tidak mengizinkannya, malah dengan berbisik dia bilang “Indra aku pingin ngentot sekarang, lu mau kan ? “ mendengar perkataan itu hati aku langsung deg degan, rasanya pingin juga sih, tapi mana ada cewek yang baru aja kita kenal langsung ngajak gituan! Apalagi dia kan pacar teman aku. Tapi aku berpikir juga, ada kesempatan ngentot cewek cantik kenapa tidak dimanfaatkan. Tanpa sadar Maisya langsung menarik tangan aku menuju ke kasurnya

Dengan suara yang manja, Maisya bilang “Indra aku mandi dulu ya ….. “ dan aku menganggukkan kepala sambil berbaring di spring bed itu, tidak lama kemudian, aku aku pun ketiduran. Tiba-tiba aku mendengar "Indra... dra... bangun... aku sudah tak tahan lagi nih...". Aku tak tahu kapan Maisya keluar dari kamar mandi. Tubuhnya yang mulus tak ditutupi sehelai benang pun. Kontolku langsung berdiri tegang.

“Mandi dulu ya dra, kamu kan ga sempat mandi tadi".

Aku sudah tak tahu mau bilang apa, hatiku berdebar. Aku turuti saja apa yang dia bilang. Dalam kamar mandi aku memandang kaca, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, Maisya masuk dengan membawakan handuk dan bilang “ aku mandiin ya, mau kan…. “ Maisya langsung membuka kancing bajuku satu persatu, dan aku hanya tercengang melihat kelakuan Maisya, terakhir, Maisya membuka tali pinggang aku dan resleting aku dan menurunkan celana jeans yang aku pakai. “ waw……. Kontol lu udah bangun dari tadi ya… kok gak beritahu aku ???? “ kata Maisya. "Udah mandi dulu, entar aku baru kenalan ama kontol lu ya………"

Selesai mandi, Maisya mengeringkan badan aku dengan handuk yang dia bawa tadi, lalu mengajak aku ke spring bednya, kemudian Maisya jongkok di depanku dan berkata “ Indra, aku mau kenalan ama kontol lu boleh gak ? aku menganggukan kepala aja, tiba2 tangan kiri Maisya yang dingin memegang zakarku dengan lembut, sedangkan tangan kanannya mengocok pelan batang aku, rasaya enakkkkk sekali. “kontol lu besar dan panjang juga ya ndra" tiba2 Maisya langsung memasukkan kontol aku kedalam mulutnya, hangat rasanya mulut Maisya, dengan rakus Maisya mengulum kontolku, aku juga membalas dengan meremas2 teteknya yang masih padat berisi.

“ ah…….. Maisya, terussss Maisya enak……….. “

Aku menahan kepala Maisya dan menarik badanya keatas tubuhku, sehingga toket Maisya dapat kuhisap, segera mulutku menjilati putingnya, Kumulai dengan menjilati dari pangkal payudara, memutar perlahan, mendekai putingnya, tapi tidak sampai keputing segera aku turun lagi memutar toket yang sebelahnya, memutar pangkal payudara sampai mendekati pentilnya.

Kulihat dia makin belinmgsatan. “ Indra …….Indra essshhhhhhh….”

Kepalakupun ditariknya mendekap toketnya, segera kujilati pentil, dengan cara memutar sekeliling pentilnya , sekali-kali kujilat ujung pentilnya, “ Indra…..Indra….terusin Indra , Maisya ngak tahan Indra”

Segera kukulum semua pentilnya dan sambil kusedot-sedot.” Ah…Ahhhhh….Ahhhhh Indra…. Enak Indra”

Sambil menyusu tanganku turun kebawah dan mengules ules memeknya yang udah basah itu, dan jariku memainkan itilnya yang udah mengeras itu.

Sambil tersenyum” Indra, masukin kontol mu Indra ….” “ Sambil kujilati toketnya, tangan dia kembali mengocok kontolku, aku jadi semakin bernafsu, “ ah…. Ah…. Terusin Maisya…. Ah………. “

“ Indra…..Indra…..Auchhhhhhhh….Auchhhhhhhh”

Dia makin mendesah setiap memeknya ku tusuk dengan jari2 ku. Kubentangkan kedua kakinya lebar-lebar, sehingga terlihat pemandangan yang begitu indah. Memeknya yang berwarna cokelat muda, sekelilingnya terlihat rambut-rambut pendek yang rapi mengelilingi memeknya. Pelan kujilati bagian atas dekat memeknya, kemudian memutar kesela paha dan memeknya, kemudian turun lagi mendekati lubang anusnya, kemudian naik lagi mengeliling memeknya dan jariku kumasukan lagi dan mengorek dalam memeknya nya. “ Auuuuu……Au…….Indra….Auch……eshhhhhhhhhh” Indra…..Indrakkkk”

Perlahan mulut turun menjilati bibir memeknya yang sengaja kubuka lebar, sehingga terlihat lubang memeknya yang berwana merah, dan basah sekali. Saya segera menjilati bibir memek kanannya, terus pindah kekirinya, dan terus memutar bibir memek yang sudah berdenyut-denyut. “ fuck me Indra…..auh…… auh……..”

“ Kenapa Maisya ? Enak ya ? “ “ Ampun Indra saya belum pernah ngerasain yang begini Indra “

Segera kukulum semua bibir memeknya kukulum dengan rakus sambil ku hisap .Slrupppp terdengar bunyi memeknya yang sudah basah dan saya yakin Maisya sudah keluar beberapa kali. Bibir memeknya kukulum sambil memutar kuhisap semua memeknya.” Auuuuuu…………Au……Ekkkkkkkk…” “Indra….Indra….Maisya rupanya mau keluar lagi”

Segera kubuka bibir memeknya, dan terlihat lubang memeknya yang merah dan lubang yang kecil, segera ujung lidahku kumasukkan kedalam lubang memeknya dan ku korek-korek dengan ujung lidahku. “ Auuuuuuu……Auuuuu…..Indra..kkkkkkkkkk”

Terasa ujung lidah ku disemprot oleh sedikit cairan bersamaan dengan pantatnya yang diangkat tinggi menempelkan semua memeknya kemukaku.” Indrakkkk…..Indrakkk…Maisya keluar Indrakkk…..” bibir memeknya yang sebelah kutarik perlahan daengan bibirku, sambil kugigit dengan lembut. Dia benar-benar menikmati” Aduhhh-Aduhhhhhhh enak banget Indrakkk”

Lidah kupun mengaduk-aduk lubang memeknya yang sudah basah sekali.

“Indra sekarang Indra……Maisya mau di masukin sekarang, Indra, Maisya udah ngak tahan Indra…ayo Indrakkk…”Segera aku naik keatas tubuhnya, Dia juga sudah siap sekali, dengan mengangkang lebar sekali menunggu datangnya kontolku.

Perlahan kugesek-gesek kontolku di bibir memeknya, sengaja tidak langsung kumasuki kelubang memeknya, aku hanya menggesek-gesek. Dia tambah bernapsu, “Indra ayo Indra, masukin Indra, Maisya mau kontol Indrak.ayo Indrakkk”. Tangannya segera memegang batang kontolku, dan segera dibimbingnya masuk kedalam lobang memeknya, “ Au….. Indra, ujungnya gede banget Indra “ katanya ketika dia memegang ujung kontolku. “ sakit ya, kalo sakit jangan aja ya…. Kataku “

“ Jangan Indra, mau Indra, mau Indra….saya udah lama gak merasakan kontol sebesar ini.”

“ Auchhhhh…….Auuuuuu…” Teriaknya ketika kontolku mulai masuk kedalam memeknya, terasa seret sekali. “ Aduh….Indra…..sakit….tapi….enak……sekali Indra…..”

Pelan kuayun kontolku keluar masuk memeknya, baru beberapa sodokan dia sudah menjerit” Indrakkkk…Indrakk…….Maisya keluar Indrak……….Auuuuuuu Auuuuu..”

Terasa sekali kepala kontolku dihisapdan dipelintir oleh memeknya yang enak sekali, terasa sekali otot memeknya masih kencang, sambil kutusuk terus memeknya, aku tetap mengisap pentil Maisya yang begitu indah. “ Slurp…slurp….” Terdengar setiap aku menarik dan menekan memeknya. “Maisya gantian Maisya, kamu diatas yah” “Yah Indra ” Sekarang posisiku ada di bawah, dia segera naik keatas perutku dan dengan segera di pegangnya kontolku sambil diarahkan kememeknya, kulihat memeknya indah sekali, dengan bulu-bulu pendek yang menbuat rasa gatal dan enak waktu bergesekan dengan memeknya. “Auuu….Enak banget Maisya memek kamu “

“ Sekarang gantian Indra yang Maisya bikin enak yah “ Katanya sambil memutar pantatnya yang bahenol , Rasanya batang kontolku mau patah ketika diputarnya batangku didalam memeknya dengan berputar makin lama makin cepat. “ Au..Maisya…enak banget Maisya….” Kontolku terasa di sedot2 oleh memeknya, semakin lama semakin enak dibuatnya. “ gimana kamu lakukan sedotan itu dengan memek mu Maisya, kok enak sekali………” “ gak tau Indra….. dengan nada yang sengal2, sejak gua pertama kali ngentot udah biasa…..”

Aku pun bangun sambil mulutku mencari pentil Maisya , segera kukemut dan kuhisap” Indra…Indra……Maisya keluar laginih Indra…rasanya mentok sekali Indra” Memang dengan posisi ini terasa sekali ujung batangku menyentuh peranakannya.

“ Ech….ech…” Suaranya setiap kali aku menyodok memeknya.

“ Indra…ayo Indra, Maisya mau keluar lagi” “ Tahan Maisya saya juga mau nih”

Segera kugenjot memeknya dengan cepat. Dia seperti kesurupan setiap dia naik turun diatas batangku yang dijepit erat memeknya, “ Maisyassss……….saya mau keluar Maisyasss…””Ayo Indra Maisya juga mau nih “ “ Auuuuuuuu….Maisyassssssss” “ Yah Indrakkkkk……Maisya juga keluar nih…..aahhhhhhhhhhhh……ahhhhhhh”

Kupeluk erat dia sambil meyemprotkan semua maniku kedalam memeknya.

“Indra…….aduhhhhh.enak banget Indra. …kontol punya Indra enak banget Indrakk”

“ Kamu punya juga Maisya ”

Diapun segera rebah diatas badanku, kamu berdua lemas, sambil tidur diatas badanku, kuelus terus dari kepala sampai ke pantatnya dengan lembut, “ Ma kasih sekali Indra, Maisya sudah lama sekali nahan nafsu” “ Saya juga Maisya , sering pusing lihat cewek yang bahenol, dan selalu hanya dengan onani untuk melampiaskannya”

“ Indra Janji yah Indra, kalo Indra merasa lagi BT “ birahi tinggi” datang aja ke kost Maisya, Maisya siap tempuk kok…….”

“ Sip deh Maisya tapi hati-hati jaga rahasia yah, aku tak mau Hendra tau” kataku.

Maisya hanya tersenyum kepadaku. Aku jadi nafsu kembali waktu melihat wajahnya yang manis itu. Perlahan2 kontolku mulai berdiri.Lalu aku meremas remas susu Maisya dan sesekali menghisap jari tengah nya.Maisyapun mengerti apa yang aku lakukan, dia langsung memegang kontolku yang udah tegang lagi kearah mulutnya.
."Woww... Indra ...kontolmu lebih tegang dari yang tadi ...."kata Maisya sambil membiarkan tanganku bermain di payudaranya yang putih dan montok. Kemudian dia mendekatkan mulutnya kembali menghisap kontolku dalam2 dan sedotan2 yang bukan main.

"Ahhh.... enak sekali Maisya "kataku dengan mendesah. Maisya masih terus mengulum2 kontolku dan tangankupun tidak berhenti meremas2 susunya. Maisya masih terus menghisap-hisap kontolku dengan sangat bernafsu. Akupun masih terus menikmatinya. Dan tidak lama kemudian aku merasakan sudah mau keluar. Maisya memang pinter dalam menghisap2 kontolku, sehingga aku jadi merasa cepat keluar.Kontolku makin lama makin tegang dan membesar. Maisya sangat senang sekali melihatnya.Dan tidak lama kemudian,"Ahhh....Maisya aku sudah mau keluar...."kataku."Keluarkan saja dimulutku Indra.... aku udah lama gak menikmati mani laki2 "Kata Maisya sambil mengeluarkan kontolku dari mulutnya kemudian memasukkannya kembali dan menghisapnya.Dan benar saja akupun keluar.

Kupegang kepala Maisya dan memuntahkan cairan spermaku kedalam mulutnya.Maisyapun membiarkan saja aku menumpahlkan maniku dimulutnya. Akhirnya Maisya melepaskan kontolku dari mulutnya dengan sperma yang menetes dibibirnya.Dia menjilat sisa sperma yang menetes dibibirnya,kemudian menelan semuanya. Kemudian dia kembali mengulum2 kontolku dan membersihkan sisa sperma yang menempel dikontolku. Aku hanya menarik nafas panjang dengan mata terpejam.Ahhh...enak sekali....kataku dalam hati.

Hari itu kami ngentot dari siang sampai, malam, dengan bermacam gaya yang kami lakukan, rupanya Maisya lebih senang dengan cara kasar, aku tak bisa, tapi Maisya mengajakku menonton film p0rno yang berbau kekerasan di komputernya dan menyuruh aku menirunya. Awalnya aku memang agak merasa kaku karena tak pernah kasar terhadap wanita. Tapi lama-lama aku mulai bisa menyesuaikan diri, memukulnya dengan ikat pinggang sambil menunggangi memeknya yang nikmat. Setiap kali habis ngentot, punggungnya kelihatan bekas-bekas pukulan ikat pinggang yang membuatku hampir tak tega. Bahkan sampai suatu saat ia menyuruhku menyayat punggungnya dengan pisau buah. Aku hampir tak dapat melakukannya, tapi melihat betapa dia sangat bergairah diperlakukan seperti itu, aku pun ikut turut birahi.

Tambahan:

Keadaan orang tuaku membuatku harus berhenti kuliah dan kembali ke kampungku. Sekian lama tak bertemu, tak kusangka akan mendengar berita bahwa Maisya Natalia menjadi tersangka penusukan mahasiswi UPH.