Bahagia Melihat Cewek Kampung Mandi Bugil di Sungai

Hari menjelang sore ketika aku tiba di kampungku. Saat itu hujan gerimis menitik membuat rambutku basah. Sedikit berlari aku menuju ke rumahku, melewati sungai kecil yang dangkal. Begitu mendekati sungai, aku berhenti ketika melihat ada sosok yang bergerak di sungai. Jantungku tiba-tiba berdegup keras ketika aku sadar bahwa di hadapanku terlihat seorang cewek kampung cantik sedang mandi bugil di sungai.

Kubatalkan niat untuk cepat-cepat pulang dan merangkak perlahan mendekati sungai agar pemandangan cewek kampung mandi bugil di sungai itu lebih jelas kulihat. Aku betul-betul tersihir dengan kecantikan cewek kampung itu. Tubuhnya begitu mulus dan bodinya padal sintal berisi. Toketnya yang besar menggantung indah, seolah memanggilku untuk melompat ke sana dan bergelantungan sambil menghisap putingnya.

Tiba-tiba aku terpikir untuk mengabadikan momen berharga ini dengan kamera hand phone. Cepat-cepat kukeluarkan hand phone dari saku celanaku dan merekam adegan ini. Untunglah hand phone ku adalah hand phone Nokia N900 model terbaru dengan kamera 12 megapixel sehingga aku bisa mengambil gambar zoom dari jarak jauh dengan kualitas yang baik.

Darahku tersirap menonton cewek kampung itu mandi lewat kamera hand phone ku. Ia menggosok-gosokkan tangannya ke seluruh tubuh dengan gerakan erotis. Dalam otakku, setiap gerakannya seolah menjadi lambat seperti di film bokep yang sering kutonton, seakan menggodaku untuk mencicipi tubuhnya yang indah dan legit itu.

Saat aku sedang berada di puncak bahagia karena melihat cewek kampung mandi bugil di sungai, tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara seorang pria dan tepukan kasar di bahuku. Aku kaget dan berbalik. Di hadapanku berdiri 3 orang cowok berbadan kekar, seperti umumnya cowok-cowok kampung yang setiap hari bekerja di sawah.

"Kau mengintip ya?!" tanya seorang cowok itu.

Belum sempat aku menjawab, ia menendang dadaku sehingga aku terjengkang. Kedua temannya dengan cepat ikut menghajarku dengan membabi buta. Aku tak melihat apa pun kecuali bogem mentah yang bertubi-tubi menghujani wajah dan tubuhku.

Aku berusaha berdiri dan lari, namun salah seorang dari mereka menjegal kakiku sehingga aku jatuh terjerembab. Pukulan dan tendangan mereka dengan cepat kembali menghujam tiada henti hingga aku pingsan.

Begitu aku tersadar, aku berada di sebuah ruangan yang sangat luas, sangat luas bahkan dindingnya pun tak kelihatan. Semua di ruangan itu berwarna putih. Dihadapanku seorang kakek tua berpakaian putih berdiri sambil memandangku.

"Dimana ini?" tanyaku.

Kakek tua itu tak menjawab. Ia menggerakkan tangannya dan tiba-tiba saja sebuah layar yang sangat besar muncul melayang di udara, menunjukkan diriku. Aku kaget, karena tak pernah tahu bahwa aku direkam.

Tapi layar itu kemudian menunjukkan video diriku bersama teman-temanku sedang menonton film bokep di rumah temanku. Aku terdiam, seperti menonton film tentang diriku sendiri.

Layar itu menunjukkan semua kehidupanku, saat aku masturbasi, saat aku mengintip cewek mandi, saat aku ngentot, saat mabuk-mabukan dan pesta narkoba, semuanya itu berlalu begitu cepat, seolah semua kehidupanku diputar hanya dalam waktu sedetik.

Yang paling terakhir adalah tayangan ketika aku sedang berada di pinggir sungai sambil merekam cewek kampung yang mandi bugil di sungai.

Aku ingin berkata-kata namun tenggorokanku tidak mengeluarkan suara.

Kakek tua itu menggerakkan tangannya dan layar itu menghilang, kemudian sebuah pintu muncul di hadapanku. Kakek tua itu membuka pintu itu dan menunjukkan padaku apa yang ada di dalamnya.

Keringatku mengucur deras, seluruh badanku gemetaran dan wajahku pucat pasi. Lututku langsung lemas melihat pemandangan di balik pintu itu.

Orang-orang berteriak dibakar di api yang menyala-nyala. Api yang panasnya tak pernah kurasakan seumur hidupku.

Kemudian kurasakan tangan kakek itu mendorongku perlahan ke arah pintu itu. Aku ingin melawan, tetapi tubuhku tak bertenaga. Semakin hari aku semakin dekat ke dalam pintu itu dan akhirnya terhisap ke dalam.

Seluruh tubuhku terbakar api, pakaian yang kugunakan habis terbakar. Rambutku, alisku, semua terbakar, tapi daging di tubuhku tetap utuh, namun rasa sakit karena terbakar tetap terasa menusuk sampai kepalaku terasa berdenyut menahan rasa sakit. Aku berteriak-teriak minta ampun tapi teriakanku tertelan teriakan-teriakan histeris orang di sekitarku yang juga dibakar di api yang sama.

Ketika aku menengadah ke atas, kulihat seorang wanita melayang-layang sambil memandangku. Di tengah rasa sakit aku mencoba mengenali wanita itu dan ... astaga!!!

Dia adalah cewek kampung yang mandi bugil di sungai itu!